Cerbung matchmaking part 26


Oops! It looks like something went wrong.




Berpegangan pada angin, berpijak pada air. Jumat, 28 Maret Matchmaking Part Akhirnya setelah bermalam-malam cerbung matchmaking part 26 jadi juga satu part: Mimin tuh rasanya pengen cepet-cepet namatin tapi ya apa daya. Kayak part yang ini, harusnya ini jadi part nyesek-nyesekan! Silahkan dibaca semoga tidak mengecewakan: Rio keluar kamar dan hendak menuruni tangga ketika pintu depan rumahnya terbuka. Tepat saat itu, terdengar pula suara klakson dan mesin mobil dari luar. Ketika Ify melangkah masuk, Rio mencibir di tempatnya.

Ia diam menunggu Ify masuk lebih dalam hingga menaiki tangga. Air muka Ify yang tadinya santai langsung berubah jengah. Bahkan matchmakinng sekedar menyambutnya dengan ferbung baik saja pemuda ini tidak bisa. Apa kabar dengan cinta nya? Ify hanya menatap Rio sekilas lalu melengos. Rio mengernyit tak senang. Bisa-bisanya gadis itu bersikap tidak peduli seperti itu setelah apa yang sudah ia lakukan seharian ini?

Dan juga, apa gadis itu tidak sadar kalau ia adalah tuan rumah? Tidak ada hormat-hormatnya sama sekali. Tanpa disengaja bahu Ify menyentuh bahu Rio dan seketika itu pula Rio meringis. Akibat tadi siang cerbung matchmaking part 26 harus mengecat dinding, lalu memaksakan tangannya partt membersihkan toilet ditambah harus memijiti tubuh gempal Bu Okky, sekarang tangannya itu terasa nyilu sekali.

Ify berhenti dan berbalik cerbung matchmaking part 26 bingung melihat Rio tiba-tiba meringis. Rio saat ini memakai sweater lengan cerbung matchmaking part 26 sehingga ia tidak bisa mengetahui apa yang terjadi pada tubuh pemuda itu. Apa pemuda itu habis berkelahi? Rio menoleh ke belakang sebentar lalu melengos, melakukan apa cerbung matchmaking part 26 mqtchmaking Ify lakukan padanya.

Ify meremas tali tas sekolahnya. Ia ragu-ragu untuk menahan Rio atau tidak. Ceritanya kan dirinya masih marah pada pemuda cerbung matchmaking part 26. Masa iya orang lagi diem-dieman malah ngajak ngobrol? Ketika Rio mengeluarkan kunci mobilnya dan beranjak pergi, tanpa pikir panjang lagi Ify langsung berlari menyusul pemuda itu. Rio menatap Ify dengan tatapan dingin andalannya sesaat lalu berjalan lagi tanpa menjawab pertanyaan gadis itu lebih dulu.

Meski dalam hati ia girang bukan kepalang. Ini hukuman buat lo, Ify!! Karena gemas dengan Rio yang tak kunjung memedulikannya, Ify kemudian dengan sengaja meremas pelan lengan Rio yang bermasalah tadi dan merebut kunci mobil cerbunng digenggam pemuda itu. Rio mengerang sakit sekaligus kaget karena Ify tiba-tiba menyentuh lengannya. Siapa yang lebih gila disini? Meski semua yang dikatakan Ify adalah kebenaran, akan tetapi gengsi seorang Rio masih terlalu kuat untuk disingkirkan.

Gak usah sok tau lo! Alhasil, Rio mengerang lebih keras dan mendelik ke arah Ify. Sementara Ify menatapnya tanpa dosa tanpa rasa bersalah. Ify hendak mengayunkan lagi kunci mobil ke arah lengannya jika ia tak segera menahan gadis itu dengan tangannya yang lain. Ify langsung mendelik tajam dan untuk ketiga kalinya berusaha mengayunkan kunci mobil Rio ke lengan pemuda itu. Rio pun tentu dengan sigap menahan tangannya. Mendadak keduanya terdiam seraya menatap satu sama lain.

Ify merasakan seperti ada pukulan hebat dalam dadanya yang menyebabkan kerja jantungnya terpacu seribu kali lipat dari sebelumnya. Seperti kuda yang berlari semakin cepat akibat dicambuk. Bagian depan lehernya terlihat bergerak seperti sedang menelan sesuatu. Kondisi yang kurang menguntungkannya saat ini membuat Ify segara mengalihkan pandangan ke arah lain dan mencoba menarik tangannya dari Rio.

Tapi mungkin Rio sama sekali tidak sependapat dengannya. Pemuda itu justru semakin mengeratkan genggamannya hingga membuat Ify kesulitan membebaskan tangannya. Ify terpaksa kembali menatap pemuda itu sekaligus meminta penjelasan terhadap apa yang tengah pemuda itu lakukan padanya melalui tatapannya. Ia sepertinya lupa jika saat ini sedang menghukum gadis itu atas kejadian tadi siang. Bukan itu yang ia maksud dan yang ingin ia dengar. Gadis ini pasti sedang berlaku pura-pura tidak mengerti.

Seketika itu pula Rio teringat akan niat awalnya terhadap Ify. Ia lantas melepas begitu saja genggamannya dari tangan gadis cerbung matchmaking part 26. Pasti banyak kumannya, gue gak mau mobil gue terkontaminasi. Ia menghentakkan kakinya kesal lalu berlalu dari hadapan Rio, katchmaking menuju kamarnya yang juga merupakan kamar milik Rio. Masih bagus gue mau bantuin!

Masih bagus gue mau khawatir! Matematika sama fisika ya, jangan sampe salah! Ify yang tengah menaiki tangga berhenti sebentar menoleh ke arah Rio lalu kemudian kembali melanjutkan menaiki tangga tanpa menjawab apalagi sekedar mengiyakan permintaan atau mungkin lebih tepat disebut perintah dari pemuda itu. Tuh kan malah makin ngelunjak! Masih bagus gue mau sabar! Masih bagus ya masih bagus! Ruangan itu masih sama, masih dihuni oleh sepasang manusia yang tidak ada akur-akurnya ini. Alvin setia berkutat pada ponsel sementara Febby tenggelam bersama kajian cerbung matchmaking part 26 buku cerbung matchmaking part 26.

Ketika Alvin menyudahi kebersamaannya dengan ponsel dan meletakkan benda itu di meja di sampingnya, cerbung matchmaking part 26 langsung sadar jika ia tidak sendiri di kamar inapnya ini. Gadis pemegang gelar paling menyebalkan menurutnya itu masih menungguinya. Entah benar-benar menunggunya atau hanya numpang bersantai di kamar inapnya. Febby tak mengalihkan perhatiannya dari bukunya. Mending lo pulang aja sana!

Matchmmaking, ini udah malem kali. Bahaya anak cewek kayak lo berkeliaran di jalan. Dan, apa lo gak takut pulang ada yang nyamperin? Ngarep lo gue khawatirin! Sampai sekarang ia masih heran dengan kepribadian gadis itu. Kemarin bersikap manis, sekarang bersikap cuek bahkan semaunya sendiri. Kemarin suka sekali bicara hingga memengangkan telinga, sekarang mendadak pendiam. Kemarin mengejarnya lalu cerbun harinya bercanda mesra dengan pemuda lain.

Apa gadis itu sengaja mengoleksi? Cerbung matchmaking part 26 sekarang lo juga amnesia setelah kaki retak sama rabun mata? Astaga, oart aja gak dosa udah gue bunuh lo! Tiba-tiba gue di kejer-kejer sama cewek aneh trus berisik lagi. Mana pake nembak gue pula. Gue tolak eh langsung nangis-nangis biar gak gue suruh ngejauh. Lah sekarang, malah mesra-mesraan sama cowok lain di depan cerbung matchmaking part 26. Trus keliatan kayak gak ada suka-sukanya sama sekali sama gue.

Etapi gue gak cemburu ya, inget baik-baik itu!


Dallas Upscale Matchmakers


Add a comment

Your e-mail will not be published. Required fields are marked *